Hana Ghaida Zahra, S.T., M.B.A.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini menerima gelar sarjana dan magister di ITB, Bandung. Menciptakan Le Farra adalah tantangan yang ia terima dari orang tuanya. Dengan pertanyaan sederhana, "Apa yang bisa kamu perbuat sebagai lulusan ITB?" Berawal dari kegemarannya, travelling dan fotografi, ketika sedang travelling ke luar negeri ia selalu membawa pulang beberapa sabun organik yang dapat menjadi awalan riset Le Farra. Saat Le Farra berhasil menjadi sebuah brand, ia bangga mengatakan bahwa Le Farra tidak hanya menciptakan solusi, tetapi juga dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Ia ingin membuktikan bahwa Le Farra dapat diperkenalkan kepada pasar luar negeri sebagai produk asli Indonesia.

“Membangun Le Farra telah mengajari saya sesuatu tentang keberanian untuk mengambil keputusan dan mengambil tanggung jawab penuh yang menyertainya. Keberanian untuk menjalankan perusahaan baru dengan semua masalah yang ada, keberanian untuk mencapai impian saya dan membuat nasib saya sendiri. Untuk dapat membuat sesuatu bersama saudara perempuan saya adalah sesuatu yang saya hargai selama sisa hidup saya. Ini juga mengajari saya tentang pentingnya keuletan, kerendahan hati, kesabaran, kebaikan, dan kepercayaan dalam menghadapi semua hambatan dan perubahan dalam perusahaan pemula. Untuk semua itu, saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT, keluarga saya, teman-teman saya dan kolega saya yang telah membangun Le Farra.”
 
Febby Nurul Rohmah, S.Si., M.Si.
     
Adik dari Hana Ghaida Zahra ini mendapatkan gelar Sarjana Mikro Biologi ITB dan Magister Bio Management ITB. Sejak dulu ia memiliki hobi memasak hingga pernah mnegikuti lomba program wirausaha muda di kampusnya dengan membawa produk buttermilk sebagai pemenangnya. Tidak hanya itu, sejak jaman kuliah ia sudah sering menjual keju mozarella buatan sendiri di kegiatan car free day setiap minggu. Sebagai anak kedua dan dapat bekerjasama dengan sang kakak dalam membuat sebuah produk, sekaligus membangun brand adalah suatu anugerah yang luar biasa di hidupnya. Dengan ketegasan yang didapatnya dari sang ayah, ia akhirnya berhasil membuat sabun berbahan dasar dari susu kambing dan bahan natural lainnya setelah gagal berkali-kali. Kemudian ia bersama rekannya, Hidayatul Laila Miza, menyulap ruangan yang tak terpakai di desa Bendosari menjadi tempat produksi sabun Le Farra berstandarisasi dari BPOM.
“Banyak orang alergi terhadap bahan kimia dalam kosmetik; Tidak ada produk kosmetik yang memfokuskan perawatan pada orang dengan kebutuhan khusus atau produk alami atau organik tetapi tidak dibuat dari Indonesia. Mengapa kita tidak percaya diri menjadikan produk Le Farra ini menjadi sebuah brand untuk merawat kesehatan kulit yang dapat diketahui, dipercaya, dan dipakai oleh masyarakat Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Le Farra akan terus tetap berinovasi dan melakukan riset untuk mengembangkan produk susu kambing untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.”